Tentara AS dan marinir Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan di Pohang, Korea Selatan, 25 Maret 2021. Korea Selatan dan Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan latihan setelah "secara komprehensif mempertimbangkan situasi COVID-19, pemeliharaan postur kesiapan tempur, denuklirisasi Semenanjung Korea dan pembentukan perdamaian." Yonhap/via REUTERS

Tentara AS dan marinir Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan di Pohang, Korea Selatan, 25 Maret 2021. Latihan tersebut tidak termasuk manuver luar ruangan, yang telah dilakukan sepanjang tahun, dan jumlah pasukan serta peralatan akan diminimalkan akibat pandemi. Yonhap/via REUTERS

Tentara Korea Selatan beristirahat di samping kendaraan artileri self-propelled selama latihan militer di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, 25 Maret 2021. Latihan ini juga memberikan kesempatan untuk menilai kesiapan Korea Selatan untuk mengambil alih kendali operasional masa perang (OPCON). REUTERS/Kim Hong-Ji

Tentara AS mengambil bagian dalam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan di Pohang, Korea Selatan, 25 Maret 2021. Latihan gabungan tersebut dipantau secara ketat oleh Korea Utara yang menyebutnya sebagai "persiapan untuk perang". Yonhap/via REUTERS

Tentara Korea Selatan menyiapakn kendaraan artileri self-propelled selama latihan militer bersama dengan AS di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, 25 Maret 2021. REUTERS/Kim Hong-Ji

Kendaraan artileri self-propelled dan kendaraan lapis baja ikut serta dalam latihan militer AS - Korea Selatandi dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, 25 Maret 2021. REUTERS/Kim Hong-Ji