Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berjalan di sepanjang parit dekat garis depan dengan separatis yang didukung Rusia selama perjalanan kerjanya di wilayah Donbass, Ukraina 8 April 2021. Sejak 2019 Rusia dikabarkan giat menumpuk pasukan di perbatasan ke Ukraina. Namun eskalasi sejak pekan lalu mendorong Pakta Pertahanan Atlantik Utara menyuarakan sikap. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berjalan di sepanjang parit dekat garis depan dengan separatis yang didukung Rusia selama perjalanan kerjanya di wilayah Donbass, Ukraina 8 April 2021. Penumpukan tentara Rusia itu menyiratkan adanya keinginan mengakhiri kesepakatangencatan senjata yang berlaku sejak pertengahan 2020 lalu. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengunjungi posisi angkatan bersenjata di dekat garis depan dengan separatis yang didukung Rusia selama perjalanan kerjanya di wilayah Donbass, Ukraina 8 April 2021. Pada 26 Maret silam, empat serdadu Ukraina tewas akibat tembakan senjata artileri Rusia ke kawasan timur Ukraina. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengunjungi posisi angkatan bersenjata di dekat garis depan dengan separatis yang didukung Rusia selama perjalanan kerjanya di wilayah Donbass, Ukraina 8 April 2021. Pada 9 April 2021 pemberontak separatis yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina telah bentrok di bagian timur negara itu. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Seorang militan dari Republik Rakyat Luhansk (LNR) berjalan di parit di posisi pertempuran di garis pemisahan dari angkatan bersenjata Ukraina di pemukiman Donetskyi di Wilayah Luhansk, Ukraina 8 April 2021. REUTERS/Alexander Ermochenko

Militan dari Republik Rakyat Luhansk (LNR) berada di posisi pertempuran di garis pemisahan dari angkatan bersenjata Ukraina di pemukiman Donetskyi di Wilayah Luhansk, Ukraina 8 April 2021. REUTERS/Alexander Ermochenko