Prajurit Kopaska TNI AL berjaga saat melakukan Peran Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA) di KRI Bima Suci, Selat Solomon. Peran Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA) sendiri dilakukan guna mengamankan gangguan atau serangan dari pihak luar yang ingin menyusup ke KRI Bima Suci melalui bawah air. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Kopaska TNI AL memasukkan selongsong peluru saat akan melakukan Peran Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA) di KRI Bima Suci, Pelabuhan Port Moresby, Papua Nugini. Peran LSBA dilakukan oleh pasukan khusus saat melintas di perairan Selat Torres, Papua Nugini dan Selat Solomon yang terindikasi banyak perompak dan pembajak kapal peti kemas atau kapal nelayan yang melintas. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Kopaska TNI AL melakukan penyelaman di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini untuk melihat kondisi bawah air guna mengecek sekaligus menetralisasi jika terdapat benda yang mencurigakan yang bisa membahayakan keselamatan kru dan pelayaran KRI Bima Suci. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Kopaska TNI AL melakukan penyelaman untuk memeriksa beberapa bagian mesin KRI Bima Suci di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini untuk melihat kondisi bawah air guna mengecek sekaligus menetralisasi jika terdapat benda yang mencurigakan yang bisa membahayakan keselamatan kru dan pelayaran KRI Bima Suci. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Kopaska TNI AL berjaga saat peran Peran Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA) di KRI Bima Suci, Pelabuhan Port Moresby, Papua Nugini. Kehadiran pasukan khusus tersebut penting untuk mengamankan pelayaran KRI Bima Suci sebagai kapal putih yang juga membawa para calon perwira Angkatan Laut. ANTARA/ Muhammad Adimaja

Rompi anti peluru milik prajurit Kopaska TNI AL saat bertugas di KRI Bima Suci, Perairan Selat Torres. Peran LSBA dilakukan oleh pasukan khusus bersemboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna dengan maskot Katak Hijau Terbang. ANTARA/Muhammad Adimaja