Anggota tim forensik menggali makam korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. Hingga kini, Panama masih terus menjalankan misi pencarian korban invasi AS ke Panama pada 1989. REUTERS/Erick Marciscano

Anggota tim forensik menggali makam korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. Operasi militer itu merenggut nyawa sekitar 300 warga sipil dan menandai berakhirnya kediktatoran Jenderal Manuel Noriega. REUTERS/Erick Marciscano

Anggota tim forensik menggali makam korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. Selama bertahun-tahun, keluarga korban menyerukan pencarian sisa-sisa keluarga mereka yang tewas , banyak di antaranya dimakamkan di kuburan massal. REUTERS/Erick Marciscano

Petugas berjalan melewati makam yang akan digali dalam operasi pencarian sisa korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. Dilaporkan sejauh ini, empat kantong jenazah telah ditemukan di pemakaman Monte Esperanza. REUTERS/Erick Marciscano

Anggota tim forensik membawa jenazah korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. REUTERS/Erick Marciscano

Anggota tim forensik membawa jenazah korban invasi AS 1989 di pemakaman Monte Esperanza, di Colon, Panama 14 Oktober 2021. REUTERS/Erick Marciscano