Sejumlah pengunjung mengamati lukisan karya Eddy Susanto bertajuk, "The Passage of Panji: Memory, Journey and Desire" pada Pameran tunggalnya di Lawangwangi Creative Space, Bandung, Jawa Barat (3/5). 20 lukisan ini bisa berubah gambarnya di bawah lampu ultraviolet. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Pengunjung berpose di depan lukisan karya Eddy Susanto pada Pameran tunggalnya di Lawangwangi Creative Space, Bandung (3/5). Lukisan bergaya klasik kontemporer/Neo klasik ini bila dilihat dalam gelap menggunakan lampu Ultraviolet, berubah menjadi lukisan klasik Eropa. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Pengunjung mengamati lukisan karya Eddy Susanto di bawah cahaya lampu ultraviolet di Lawangwangi Creative Space, Bandung (3/5). Dua puluh lukisan ini ditawarkan seharga 2 miliar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Lukisan karya Eddy Susanto yang dipamerkan dalam pameran, "The Passage of Panji: Memory, Journey and Desire" di Lawangwangi Creative Space, Bandung (3/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Pengunjung mengamati sejumlah lukisan karya Eddy Susanto bertajuk, "The Passage of Panji: Memory, Journey and Desire" pada Pameran tunggalnya di Lawangwangi Creative Space, Bandung (3/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Pengunjung melintas dekat lukisan karya Eddy Susanto bertajuk, "The Passage of Panji: Memory, Journey and Desire" pada Pameran tunggalnya di Lawangwangi Creative Space, Bandung, Jawa Barat (3/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra