ASTROS mampu menembak hingga jarak 29-150 km, dilengkapi dengan radar AV-UCF sebagai pengarah tembakan. Mobilitas meningkat berkat truk pengangkut VBT-2028 66, yang mampu menjelajah hingga 480 Km. Alutsista ini sudah teruji di medan pertempuran, saat Arab Saudi melawan Irak. Defense-update.com

Langkah Indonesia sangat tepat ketika memutuskan mengadopsi senjata ini, ASTROS memiliki beberapa keunggulan salah satunya. Fleksibel, Akurasi tinggi, mampu beroperasi dalam berbagai cuaca, dan melibatkan jumlah kru yang minim dalam pengoperasiannya. Janes.com

Avibras ASTROS-II SS-30 saat menembakan amunisi roket, walaupun hanya dapat memuat 4 amunisi, namun tidak menyurutkan niat 9 negara untuk mengadopsi senjata satu ini. Tercatat Arab Saudi membeli 76 unit ASTROS, untuk memperkuat angkatan perangnya. Wikimedia.com

Astros sangat cocok untuk dijadikan pertahanaan pesisir, yaitu sistem senjata yang menjaga garis pantai. TNI sudah sangat lama mengadopsi sistem senjata berbasis roket peluncur, tengok saja BM-14/17 milik marinir dan M-51 130 mm, digunakan Yon Armed TNI AD sejak tahun 60. Dok. Kementerian Pertahanan

TNI AD sebagai pengguna utama mendapatkan sekitar 36 baterai artileri, alutsista ini dirancang oleh Avibras Indstria Aeroespacial, Brasil. Sejak kasus penolakan duta besar Indonesia, pemerintah mempertimbangkan penghentian import senjata ini. Dok. Kementerian Pertahanan

Multiple Launcher Rocket System Astros II, adalah alutsista buatan negeri samba Brazil. Alutsista ini berfungsi sebagai artileri, menggunakan roket sebagai amunisi utama. Membuat alutsista satu ini dapat menembak dengan cepat, Astros II merupakan singkatan dari Artillery Saturation Rocket System II. Dok. Kementerian Pertahanan