Petugas mengecek Badan pesawat AirAsia QZ8501 sebelum upacara penyerahan kepada KNKT, di Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Penyerahan badan pesawat AirAsia QZ8501 menandai penutupan operasi pencarian serpihan dan korban. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, berjabatan dengan Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, saat upacara penyerahan pesawat AirAsia QZ8501 di KN SAR Pacitan, Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Operasi pencarian serpihan dan korban jatuhnya AirAsia sudah dilakukan sejak 28 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Badan pesawat AirAsia QZ8501 sebelum upacara penyerahan kepada KNKT, di Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Puing pesawat berupa patahan main body, sayap dalam ukuran besar serta kepingan dalam bentuk berbeda-beda. Selain itu, terdapat empat ban pesawat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Seragam anggota Basarnas pencari pesawat AirAsia QZ8501 saat ikuti upacara penyerahan pesawat di KN SAR Pacitan, Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Seorang wartawan mengambil gambar badan pesawat AirAsia QZ8501 di KN SAR Pacitan, Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Rata-rata bongkahan yang berwarna dominan merah dan putih ini berukuran 4-6 meter. Bangkai pesawat saat ini masih diikat dalam kapal Crest Onyx. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Beberapa petugas berfoto selfie di depan badan pesawat AirAsia QZ8501 di KN SAR Pacitan, Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko