Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberi sambutan saat membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi di Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, saat membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Jakarta, 20 April 2015. Diskusi tersebut membahas mengenai masalah kesehatan, populasi kependudukan, pendidikan, kebijakan ekonomi dan perkembangan sosial di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla seusai membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Jakarta, 20 April 2015. Diskusi tersebut membahas mengenai masalah kesehatan, populasi kependudukan, pendidikan, kebijakan ekonomi dan perkembangan sosial di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpidato membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Hotel Pullman, Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berbincang setelah membuka dialog Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama Direktur Eksekutif United National Population Fund, Prof Babatunde Osotimehin menjawab pertanyaan awak media usai membuka dialog tingkat tinggi Pemanfaatan Gelombang Bonus Demografi, di Hotel Pullman, Jakarta, 20 April 2015. Jusuf Kalla mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dibarengi dengan kualitas sehingga tidak menjadi beban pembangunan. TEMPO/Imam Sukamto