Selasa, 17 September 2019

Petugas membawa salah satu terduga pasien yang terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) ketika simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat

Petugas mengecek alat pendeteksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) saat simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. Simulasi guna meningkatkan kesiapsiagaan tentang penyakit MERS-CoV. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat

Jamaah umroh melewati alat pendeteksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) ketika simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. Simulasi ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang resiko penyakit tersebut. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat

Petugas mengecek alat pendeteksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) ketika simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengecek alat pendeteksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) ketika simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat

Menteri kesehatan, Nila F. Moeloek memberikan pemahaman tentag virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) saat simulasi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 3 Juli 2015. TEMPO/Marifka wahyu Hidayat