Warga Indonesia dan Papua New Guinea yang ikut membantu proses pencarian dua WNI yang di sandera berfoto bersama. Sandera bernama Sudirman dan Badar dibebaskan dari kelompok bersenjata pada Kamis malam waktu PNG. Istimewa

Dua sandera WNI, Sudirman dan Badar dibantu oleh warga Indonesia dan Papua Nugini setelah dibebaskan dari kelompok bersenjata di PNG. Menurut staf ahli presiden, Lenis Kogoya, pembebasan ini dilakukan menggunakan penyelesaian secara adat. Istimewa

Warga Papua dan PNG berfoto usai membantu pembebasan dua WNI yang disandera di Papua Nugini. Kelompok bersenjata tersebut sempat meminta pertukaran dua sandera dengan dua teman mereka yang ditahan Kepolisian Daerah Papua karena kasus narkotik. Istimewa

Dua sandera WNI, Sudirman (kedua kiri) dan Badar (keempat kiri) berfoto dengan warga Indonesia dan Papua Nugini setelah dibebaskan dari kelompok bersenjata di PNG. Mereka disandera di wilayah Skouwtiau, Distrik Kerom, Papua Nugini, sejak 12 September 2015. Istimewa

Dua sandera WNI, Sudirman (tengah) dan Badar (kiri), diterima di Konsulat Jenderal RI di Vanimo, PNG. Kedua WNI itu bekerja sebagai penebang kayu di Skofro, Distrik Keerom, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini. Istimewa

Dua warga Indonesia, Sudirman dan Badar diserahterimakan dari KJRI di Vanimo, PNG kepada Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian, 18 September 2015. Istimewa