Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kantor Pusat MUI Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam keterangan pers tersebut, Ketua MUI didampingi sejumlah pengurus MUI dan perwakilan dari beberapa Ormas Islam di Indonesia. TEMPO/Amston Probel

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin (tengah) bersama sejumlah pengurus MUI dan perwakilan ormas Islam memberikan pernyataan sikap mengenai kegiatan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di kantor MUI, Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam pernyataannya MUI mengatakan bahwa kegiatan LGBT diharamkan dalam Islam dan agama-agama samawi lainnya. TEMPO/Amston Probel

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin (tengah) bersama sejumlah pengurus MUI dan perwakilan ormas Islam memberikan pernyataan sikap mengenai kegiatan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di kantor MUI, Jakarta, 17 Februari 2016. Tak hanya mengharamkan LGBT, MUI juga melarang masuknya dana asing untuk kepentingan LGBT. TEMPO/Amston Probel

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kantor Pusat MUI Jakarta, 17 Februari 2016. MUI juga menolak segala bentuk propaganda, promosi, dukungan terhadap legaliasasi perkembangan LGBT di Indonesia. TEMPO/Amston Probel

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin (tengah) bersama Ormas-ormas Islam di Indonesia menunjukkan surat terkait Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kantor Pusat MUI Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam kesempatan tersebut, MUI dan ormas-ormas Islam menyampaikan bahwa LGBT serta kampanyenya adalah haram. TEMPO/Amston Probel