Tumpukan alat penampung air (crosswave) disusun dalam proyek pembuatan kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Crosswave merupakan material berbahan plastik berbentuk segitiga yang ditumpuk dan dipasang di bawah tanah untuk menampung air. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Pekerja memasang alat penampung air (crosswave) dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan teknologi dari Jepang tersebut dapat mengurangi jumlah debit air yang masuk ke sungai-sungai sehingga tidak langsung meluap dan banjir. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Pekerja memasang crosswave dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan crosswave ini memiliki penyerapan 3 kali lebih besar dibanding cara konvensional yaitu 4 liter permenit. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Proyek pembangunan kolam resapan menggunakan teknologi crosswave di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Selama ini upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pembangunan waduk dan sumur resapan dengan teknologi standar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Skema penggunaan alat crosswave untuk kolam resapan di gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Proyek pembangunan Rainwater Infiltration Facility (RSIF) akan dumulai di Jakarta pada akhir tahun 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Tumpukan alat crosswave dalam pembuatan Kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Pihak Pengendalian Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, mempertimbangkan penggunaan teknologi crosswave untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo