Seorang pria etnis Tionghoa melempar jinzhi atau uang arwah atau kertas emas, pada patung Dewa Cina, Da Shi Ye yang terbuat dari kertas saat berlangsungnya festival Ghost di Kajang, di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Agustus 2016. AP Photo

Seorang pria etnis Cina berdoa di depan dewa Cina "Da Shi Ye" selama festival Hantu di Kajang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Agustus, 2016. Festival Hantu Hantu dirayakan setiap bulan ketujuh pada kalender lunar Cina. AP Photo

Seorang wanita etnis Tionghoa membakar dupa di depan dewa Cina "Da Shi Ye" selama festival Ghost di Kajang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Agustus, 2016. Doa-doa yang ditawarkan selama Festival Hantu ditujukan kepada kerabat yang telah meninggal. AP Photo

Seorang wanita etnis Tionghoa membakar dupa di depan dewa Cina "Da Shi Ye" selama festival Ghost di Kajang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Agustus, 2016. Tidak hanya melantunkan doa, warga Etnis Tionghoa juga menyajikan makanan dan model kertas yang dibuat dari barang-barang seperti televisi, lemari es dan mobil sport untuk dibakar sebagai penenang roh-roh berkeliaran. AP Photo

Warga keturunan Tionghoa membawa patung kertas Dewa Cina "Da Shi Ye," jelang dibakar selama festival Hantu di Kajang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Agustus 2016. Warga Tionghoa percaya, pada bulan ketujuh pada kalender Lunar, roh-roh kerabatnya kembali ke dunia guna melihat keluarganya yang masih hidup. AP Photo

Warga keturunan Tionghoa membuang jinzhi atau uang kertas emas ke dalam kobaran api yang tengah membakar patung dewa Cina yang dikenal sebagai "Da Shi Ye," selama festival Ghost di Kajang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Agustus 2016. AP Photo