Kontroversi pembelian helikopter AW-101 TNI-AU menjadi pemberitaan yang ramai di Indonesia. Presiden Joko Widodo menolak pembelian AW-101 untuk VVIP, pada akhir 2015. Awal 2017, ternyata satu unit AW-101 sudah berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kantor berita Antara menulis bahwa tim investigasi, dibawah Kepala Staf AU, telah dibentuk untuk memeriksa pengadaan helikopter ini. Rotoblur.co.uk/Rich Pittman

Hebohnya berita ini diawali oleh Rich@rotorblur dari rotorblur.co.uk yang mengunggah foto helikopter AW-101 yang dipersiapkan untuk TNI-AU dalam akun twitternya @RotorRich78. Ia mengunggah dua foto yang memperlihatkan heli AW-101 dengan cat kamuflase militer Indonesia dan logo TNI-AU melakukan test terbang di Yeovil, Inggris, pada Desember 2016. Rotoblur/Rich Pittman

TNI AU, mengutip kantor berita Antara (28 Desember 2016), berpendapat bahwa yang ditolak oleh Presiden Jokowi adalah helikopter yang dipergunakan untuk fasilitas VVIP, sedangkan helikopter AW-101 yang dibeli sekarang untuk keperluan pencarian dan penyelamatan (SAR). airforce-technology.com

Kantor berita Antara, 28 Desember 2016, menyebutkan bahwa TNI-AU mengajukan pembelian satu unit helikopter AW-101 melalui surat kepada Kementerian Pertahanan, pada 29 Juli 2016, untuk kebutuhan angkut militer. Meskipun diberitakan batal, helikopter AW-101 telah berada di Halim. helicopassion.com

Helikopter AW-101 merupakan helikopter angkut medium yang dibuat oleh AgustaWestland (sebelumnya EH Industries), perusahaan joint venture antara Agusta dari Italia dan Westland Helicopters dari Inggris. AW-101 dapat mengangkut 26 pasukan. Kapasistas muatan 4.000 -5.000 kg. military-today.com

AgustaWestland membuat beberapa varian AW-101, seperti helikopter utilitas untuk misi SAR, varian angkut militer, dan helikopter anti kapal Selam. Sebanyak 146 AW-101 dari berbagai varian telah dipesan dan 120 lebih telah dikirim. military-today.com