Duri Yusufoglu (kanan) menato tangan saudaranya di Desa Kisas di Provinsi Sanliurfa, Turki, pada 22 November 2017. Tato yang mengunakan ASI ini digunakan untuk memikat laki-laki. REUTERS/Umit Bektas

Sejumlah tato dari ASI dan butiran arang halus ditubuh Duri Yusufoglu, saat berada dirumahnya di Desa Kisas di Provinsi Sanliurfa, Turki, pada 22 November 2017. Tato dari ASI digunakan untuk memikat lelaki yang sudah dilakukan turun-temurun oleh perempuan Turki. REUTERS/Umit Bektas

Ayse Yusufoglu bersama dengan adiknya Duri Yusufoglu, bersiap mentato tubuhnya menggunakan ASI dan butiran arang dirumahya du desa Alakus, Provinsi Mardin, Turki, 21 November 2017. REUTERS/Umit Bektas

Ayse Yusufoglu, menunjukan tato yang terbuat dari ASI dan butiran arang saat diwawancarai di rumahnya di desa Alakus, Provinsi Mardin, Turki, 21 November 2017. REUTERS/Umit Bektas

Ayse Yusufoglu bersama dengan adiknya Duri Yusufoglu, tertawa saat berbicara mengenai tato mereka dirumahnya di desa Alakus, Provinsi Mardin, Turki, 21 November 2017. REUTERS/Umit Bektas

Ayse Yusufoglu bersama dengan adiknya Duri Yusufoglu, saat memperlihatkan cara mentato menggunakan ASI dan butiran arang dirumahnya di desa Alakus, Provinsi Mardin, Turki, 21 November 2017. REUTERS/Umit Bektas