Transjakarta memakai pembayaran non-tunai di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 14 Desember 2017. Uji coba OK Otrip dilakukan selama tiga bulan mulai 15 Januari 2017 hingga 15 April 2017. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

Sebuah angkutan umum atau angkot yang menggunakan sistem pembayaran non-tunai OK Otrip, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, 14 Desember 2017. Program ini diklaim akan mengurangi biaya pengeluaran transportasi masyarakat hingga 30 persen. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono hadir dalam softlaunching Ok Otrip di Balai Kota Jakarta, Jakarta Selatan, 14 Desember 2017. PT Transjakarta meluncurkan 69 angkutan bus kecil di empat trayek, yaitu Jalambar (Jakarta Barat), Warakas (Jakarta Utara), Duren Sawit (Jakarta Timur), dan Lebak Bulus (Jakarta Selatan). Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

Transjakarta dapat menampung kurang lebih dua puluh penumpang sekali jalan, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 14 Desember 2017. Penumpang hanya perlu membayar sejumlah Rp 3.500 untuk satu tujuan. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

Armada Bus Transjakarta yang menjalani uji coba OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 14 Desember 2017. Setelah masa uji coba selesai, tarif akan disesuaikan menjadi Rp 5.000. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho