Seorang kerabat korban menangis di luar pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pelaku bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 22 April 2018. Jenderal Daud Amin, kepala polisi Kabul, mengatakan pembom bunuh diri itu menargetkan warga sipil yang telah berkumpul untuk menerima kartu identitas nasional. (AP Photo/ Rahmat Gul)

KTP nasional bernoda darah usai terjadinya serangan bom bunuh diri saat berlangsungnya pemilihan umum di Kabul, Afghanistan, Minggu, 22 April 2018. Serangan ini terjadi saat warga tengah mengantre untuk mendaftarkan dirinya untuk pemilihan umum legislatif yang akan digelar Oktober mendatang. (AP Photo/Rahmat Gul)

Pakaian seorang pria terlihat berlumuran darah usai terjadinya aksi serangan bom bunuh diri di depan kantor pemilihan umum di Kabul, Afghanistan, 22 April 2018. Serangan tersebut dikabarkan menewaskan 57 orang termasuk anak-anak dan wanita. REUTERS/Omar Sobhani

Sejumlah pakaian dan alas kaki milik puluhan korban, berserakan di depan kantor pemilihan umum usai terjadinya aksi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 22 April 2018. ISIS telah mengatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut. REUTERS/Omar Sobhani

Seorang petugas mengindentifikasi puluhan jenazah yang menjadi korban atas serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 22 April 2018. Serangan tersebut juga melukai ratusan warga. REUTERS/Mohammad Ismail

Seorang tentara militer Afghanistan berjaga usai terjadinya aksi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 22 April 2018. REUTERS/Omar Sobhani