Siswa SD berkebutuhan khusus mengikuti USBN di Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 2018. USBN di Wyata Guna hanya diikuti dua orang murid kelas VI penyandang tuna netra. USBN SD diselenggarakan selama tiga hari dengan ujian satu pelajaran per hari. TEMPO/Prima Mulia

Seorang guru pedamping membacakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada murid berkebutuhan khusus di SD Inklusi Betet I, Kota Kediri, Jawa Timur, 3 Mei 2018. USBN yang wajib diikuti oleh siswa reguler dan juga siswa berkebutuhan khusus tersebut sebagai syarat tamat belajar. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Siswa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di dalam tenda darurat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasawahan, Dusun Ciakar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 3 Mei 2018. Para siswa terpaksa melaksanakan USBN di dalam tenda darurat meski panas dan berdebu, karena tiga ruang kelas mereka roboh serta tiga kelas tidak bisa digunakan akibat pergerakan tanah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Siswa SLB A/YKAB Surakarta membaca soal dengan naskah braile saat mengikuti ujian sekolah berbasis nasional di Solo, Jawa Tengah, 3 Mei 2018. Ujian yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam tersebut digelar sebagai salah satu syarat kelulusan bagi siswa. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Sejumlah pelajar kelas enam SD Negeri Kasinoman menyelesaikan soal Ujian Nasional di tenda darurat di lokasi bencana gempa bumi Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah, 3 Mei 2018. Ujian Nasional tingkat SD hari pertama di Kalibening diwarnai gempa susulan pada pukul 09.46 WIB sehingga membuat panik peserta ujian. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Guru menempel stiiker foto siswa SD berkebutuhan khusus yang ikut USBN di Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 2018. USBN di Wyata Guna hanya diikuti dua orang murid kelas VI penyandang tuna netra. USBN SD diselenggarakan selama tiga hari dengan ujian satu pelajaran per hari. TEMPO/Prima Mulia