Beberapa barang yang diklaim milik tentara AS korban Perang Korea pada 19501953, diperlihatkan di US Defense POW/MIA Accounting Agency Laboratory di Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam, Hawaii pada Rabu, 1 Agustus 2018. Beberapa barang tersebut diambil dari salah satu dari total 55 peti mati berisi kerangka dan barang peninggalan tentara AS yang dikembalikan oleh Korea Utara. AP Photo

Beberapa barang yang diklaim milik tentara AS korban Perang Korea pada 19501953, diperlihatkan di US Defense POW/MIA Accounting Agency Laboratory di Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam, Hawaii pada Rabu, 1 Agustus 2018. Para pakar menyatakan dibutuhkan waktu antara 3 hari hingga 20 tahun untuk menyelesaikan seluruh identifikasi kerangka dan barang peninggalan tentara AS tersebut. AP Photo

Antropolog forensik dari US Defense POW/MIA Accounting Agency Laboratory memeriksa kerangka dan barang peninggalan tentara AS korban Perang Korea sebelum diterbangkan ke AS, di Wonsan, Korea Utara, 27 Juli 2018. Saat 55 peti berisi kerangka itu dikembalikan dari Korea Utara pada AS, terdapat sebuah pening militer berisi nama, nomer induk, tipe darah, dan agama. Belum diketahui kepemilikan dari pening militer tersebut. U.S. Forces Korea/Handout via REUTERS

Antropolog forensik dari US Defense POW/MIA Accounting Agency Laboratory memeriksa salah satu peti berisi kerangka dan barang peninggalan tentara AS korban Perang Korea sebelum diterbangkan ke AS, di Wonsan, Korea Utara, 27 Juli 2018. Sebanyak 55 peti itu mendarat di Hawaii pada Rabu (1/8) ini. U.S. Forces Korea/Handout via REUTERS

Petugas membawa masuk salah satu dari total 55 peti berisi kerangka dan barang peninggalan tentara AS korban Perang Korea ke pesawat sebelum diterbangkan ke AS, dari Osan Air Base, Pyeongtaek, Korea Selatan, 1 Agustus 2018. Jika telah teridentifikasi, nantinya peti itu akan diserahkan pada keluarga para tentara. Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS

Prajurit angkatan udara wanita AS memberikan hormat di hadapan 55 peti berisi kerangka dan barang peninggalan tentara AS korban Perang Korea sebelum diterbangkan ke AS, dari Osan Air Base, Pyeongtaek, Korea Selatan, 1 Agustus 2018. Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS