Senin, 20 Agustus 2018

Debu berhamburan dari bukit yang longsor saat terjadi gempa di bukit Malaka, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 9 Agustus 2018. Sejumlah daerah di Pulau Lombok mengalami tanah longsor dan retak akibat gempa yang terjadi sejak akhir Juli 2018 lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

Pengendara sepeda motor melintas di dekat tebing yang longsor akibat gempa di Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Selain mengakibatkan jalan rusak dan jembatan retak, gempa Lombok menyebabkan sejumlah bukit di daerah Lombok Utara mengalami longsor. ANTARA/Ahmad Subaidi

Kendaraan melintas di dekat tebing yang longsor akibat gempa di Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Lebih dari 300 kali gempa susulan terjadi sejak gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter pada Minggu, 5 Agustus lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

Kendaraan melintas di jalan yang rusak akibat gempa di Desa Sambi Bangkol, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR pada Kamis, 9 Agustus 2018, mengakibatkan sejumlah jembatan retak, jalan rusak, tebing longsor, dan tanah ambles di wilayah Lombok Utara. ANTARA/Ahmad Subaidi

Testing Rumah Tahan Gempa Kinerja Tinggi Skala Penuh di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dok. Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia Hari Nugraha Nurjaman.