Selasa, 13 November 2018

Petugas memberikan tanda bagi kereta yang meninggalkan stasiun kereta bawah tanah Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 11 September 2018. Stasiun bawah tanah ini memiliki desain klasik layaknya istana dengan berbagai lukisan dan patung. REUTERS/Danish Siddiqui

Suasana stasiun kereta bawah tanah Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 11 September 2018. Stasiun ini awalnya dibangun pada tahun 1920-an. REUTERS/Danish Siddiqui

Calon penumpang membaca pengumuman yang terpasang di stasiun kereta bawah tanah Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 11 September 2018. Bagunan stasiun kereta bawah tanah ini dihiasi dengan pilar-pilar dengan gaya klasik. REUTERS/Danish Siddiqui

Seorang pria dan cucunya menunggu jadwal keberangkatan di stasiun kereta bawah tanah Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 11 September 2018. Saat Perang Korea, struktur asli stasiun ini dihancurkan dan kemudian dibangun ulang pada tahun 1958 dalam gaya arsitektur sosialis klasik. REUTERS/Danish Siddiqui

Seorang penumpang tiba pria di stasiun kereta bawah tanah Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 11 September 2018. Stasiun yang kini ada memiliki tiga lantai di atas lantai dasar dan bawah tanah. REUTERS/Danish Siddiqui