Selasa, 16 Oktober 2018

Seorang wanita berlari di tengah hujan badai saat terjadinya Badai Mangkhut di Shenzhen, Tiongkok, China, 16 September 2018. Badai Mangkhut usai melanda Macau dan Hong Kong, kini nerpindah ke China. REUTERS/Jason Lee

Sebuah payung terbang ke tengah jalan saat terjadinya badai Mangkhut di provinsi Guangdong, di Shenzhen, China 16 September 2018. Siklon tropis Mangkhut mencapai daratan China bagian selatan di kota pesisir Jiangmen, provinsi Guangdong. REUTERS/Jason Lee

Seorang pekerja berjalan dengan tanda jalan yang rusak akibat diterjang badai Mangkhut di jalan di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Cina selatan, 16 September 2018. Dikabarkan badai Mangkhut yang melanda China ini telah menewaskan dua orang warga. (Liang Xu/Xinhua via AP)

Sejumlah kaca sebuah gedung perkantoran One Harbourfront hancur usai diterjang badai Mangkhut di Hong Kong, China September 16, 2018. Badai Mangkhut disertakan hujan lebat dengan kecepatan angin hingga 162 km/jam. REUTERS/Bobby Yip

Kaca sebuah rumah makan hancur usai diterjang oleh badai Mangkhut di provinsi Guangdong di Shenzhen, China, 16 September 2018. Lebih dari dua juta orang dievakuasi menjelang Topan Mangkhut yang menghantam China pada Minggu (16/9) sekitar pukul 17.00 waktu setempat. REUTERS/Jason Lee

Seorang pria memindahkan puing-puing yang memblokir saluran pembuangan usai diterjang badai Mangkhut di sebuah jalan di Distrik Nanshan di Shenzhen di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, Minggu 16 September 2018. (Mao Siqian/Xinhua via AP)