Kamis, 13 Desember 2018

Pasangan suami istri, Heba dan Samir menganyam keranjang bambu di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. Menolak berpangku tangan, pasangan tunanetra ini memilih membuat berbagai kerajinan dari bambu untuk menghidupi kedua anaknya. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Heba Mahmoud menganyam keranjang bambu di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. Perempuan 38 tahun itu menderita gangguan penglihatan karena demam ketika ia baru berusia satu tahun. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Gaber menganyam keranjang bambu di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. Ayah dua anak itu menjadi tunanetra sejak 15 tahun lalu akibat kecelakaan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Heba Mahmoud menganyam keranjang bambu di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. Pasangan suami istri itu hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menghasilkan produk seperti tas atau kursi yang terbuat dari bambu. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Gaber membuatkan teh untuk istrinya, di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. Untuk satu produk, biasanya mereka menjualnya seharga kurang dari 100 pounds Mesir atau sekitar Rp 82 ribu (1 pounds Mesir = Rp 829). REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Pasangan suami istri tunanetra, Heba dan Gaber bercengkrama dengan kedua anaknya di kediamannya di Kairo, Mesir, Ahad, 16 September 2018. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany