Jumat, 16 November 2018

Sastrawan senior Ajip Rosidi menunjukkan surat dari Yayasan SDM-IPTEK pada keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Surat tersebut berisi keterangan bahwa Ajip Rosidi telah mengembalikan uang sebesar Rp.205.124.000, hadiah Habibie Award. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Sastrawan senior Ajip Rosidi (kiri) bersama kuasa hukumnya Abrori Djabbar menjelaskan pengembalian hadiah Habibie Award di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Alasannya mengembalikan hadiah Habibie Award karena beban moral dan dia merasa terhina disejajarkan oleh Professor wanita dari Unpad yang menurutnya seorang plagiator. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Abrori Djabbar, kuasa hukum dari Ajip Rosidi menunjukkan buku yang berjudul "Mengapa Saya Mengembalikan Hadiah Habibie Award" yang ditulis oleh Ajip Rosidi dalam keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Buku tersebut berisikan alasan Ajip Rosidi mengembalikan Hadiah Habibie Award yang diterimanya pada tahun 2009. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Sastrawan senior Ajip Rosidi memberikan penjelasan pengembalian hadiah Habibie Award pada keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Ajip Rosidi mengembalikan uang yang didapatnya pada penghargaan Habibie Award tahun 2009. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Sastrawan senior Ajip Rosidi (tengah) memberikan penjelasan pengembalian hadiah Habibie Award pada keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W