Massa aksi dari Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) berorasi saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018. Mereka menuntut menuntut Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin meminta maaf pada masyarakat disabilitas, khususnya tuna netra dan tuna rungu wicara. TEMPO/Fikri Arigi.

Massa aksi dari Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018. Mereka mengatakan merasa tersinggung dan terusik atas perkataan Ma'ruf Amin yang mengatakan buta dan budek. TEMPO/Fikri Arigi.

Massa aksi dari Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018. Sebelumnya Ma'ruf mengatakan buta dan budek pada saat menyampaikan sambutan pada acara deklarasi Barisan Nusantara di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Sabtu 10 November 2018. TEMPO/Fikri Arigi.

Massa aksi dari Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis 14 November 2018. Ketua Umum PASTI, Arif Nurjamal mengatakan, Ma'ruf memang sudah mengklarifikasi perkataannya. Namun ia mengatakan belum puas, karena konteks klarifikasi itu menurutnya hanya berlaku bagi lawan politik saja. TEMPO/Fikri Arigi.