Ribuan pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning, saat melakukan aski protes atas kenaikan harga bahan bakar minya dengan memblokir jalan raya di Antibes, Prancis, 17 November 2018. Sekitar 280 ribu orang menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota dan daerah termasuk di ibu kota Paris, Prancis, memprotes kenaikan pajak bahan bakar. REUTERS/Eric Gaillard

Para pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning, saat memprotes atas kenaikan harga bahan bakar minyak di Nantes, Prancis, 17 November 2018. Pengunjuk rasa mengecam kebijakan Presiden Emmanuel Macron dengan membuat barikade untuk menutup sejumlah jalan raya, terowongan, dan akses ke bandara. REUTERS/Stephane Mahe

Demonstran mengenakan rompi kuning, saat memprotes atas kenaikan harga bahan bakar minyak dengan memblokir akses ke depot bahan bakar di Fos-sur-Mer, Prancis, 19 November 2018. Dalam aksi protes tersebut, satu pengunjuk rasa tewas dan 227 orang lainnya terluka dalam aksi yang berlangsung pada Sabtu, 17 November 2018. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

Demonstran yang mengenakan rompi kuning membakar ban bekas saat memprotes atas kenaikan harga bahan bakar minyak dengan memblokir akses ke depot bahan bakar di Fos-sur-Mer, Prancis, 19 November 2018. Dikabarkan bahwan unjuk rasa tersebut berlangsung di 2000 titik dari ibu kota Paris hingga kota-kota lain. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

Seorang pengendara sepeda motor yang mengenakan rompi kuning atas simbol protes kenaikan harga bahan bakar minyak, mengisi tangkinya di sebuah pompa bensin di Antibes, Prancis, 17 November 2018. Para pengunjuk rasa berteriak agar Macron, yang baru memerintah selama 18 bulan ini, mengundurkan diri. REUTERS/Eric Gaillard

Polisi anti huru hara Prancis berhadapan dengan para pendemo yang mengenakan rompi kuning, saat menggelar aksi atas kenaikan harga bahan bakar minyak saat memblokir jalan raya di Antibes, Prancis, 17 November 2018. REUTERS/Eric Gaillard