Lin Chinxuan (29) memegang wajah Austin Haung (32) saat ikuti sesi pemotretan pra-pernikahan di Taipei, Taiwan, 11 November 2018. Lin Chinxuan dan Austin Haung adalah pasangan transgender yang membangun bisnis studio foto bagi transgender yang sebagian besar kliennya berdatangan dari Hong Kong, Singapura, China dan Malaysia. REUTERS/Ann Wang

John Sugden dan Kao Shaochun berpose dalam sesi foto pre-wedding di Taipei, Taiwan, 11 November 2018. Taiwan merupakan salah satu negara yang telah menyatakan dukungan terhadap kaum LGBT, berupa legalitas undang-undang pernikahan sejenis. REUTERS/Ann Wang

Winson Lo (44) pemilik T-Kingdom, perusahaan yang membuat pengikat dada untuk transgender di Taipei, Taiwan, 15 November 2018. Dilegalkannya pernikahan sesama jenis di Taiwan membuat bisnis berbau Transgender meningkat drastis dari jasa foto pernikahan sejenis, hingga pembuatan pakaian untuk transgender. REUTERS/Ann Wang

Lin Chinxuan (kiri), menyuapi pasangannya Austin Haung di Taipei, Taiwan, 11 November 2018. Lin Chinxuan dan Austin Haung membuat usaha studio foto untuk transgender karena tidak semua transgender nyaman dan bisa melakukan sesi foto pra nikah di negara mereka, tetapi di Taiwan mereka bisa foto dengan bebas. REUTERS/Ann Wang

Du Yueting (kanan) dan pacarnya Zhang Tongyu, 35, berpose untuk difoto di restoran mereka setelah seharian bekerja, di New Taipei City, Taiwan, 20 November 2018. Pasangan mereka ini merupakan pasangan transgender yang juga membuka usaha bisnis di Taiwan. REUTERS/Ann Wang

Yu Nanxian (66) pemilik Hans Men Sauna, di Taipei, Taiwan, 14 November 2018. Tempat sauna ini terletak di sebuah gang di jantung kota Taipei dengan bendera pelangi yang mengarah ke tangga, yang banyak dikunjungi pasangan transgender dari dalam hinga luar negeri. REUTERS/Ann Wang