Peserta menghadiri deklarasi Lawan Orde Baru di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu, 16 Desember 2018. Mereka menyatakan tidak mendukung Prabowo Subianto, dalam deklarasi yang diselenggarakan oleh Rumah Gerakan 98. TEMPO/Muhammad Hidayat

Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard AM Haloho berorasi saat deklarasi Lawan Orde Baru di Gedung Joang 45, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Rumah Gerakan 98 menyatakan menolak bahaya laten Orde baru yang dianggap kembali mengisi kancah politik nasional. TEMPO/Muhammad Hidayat

Peserta mengikuti deklarasi Lawan Orde Baru di Gedung Joang 45, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Menurut mereka, Pilpres 2019 menjadi momentum bagi kelompok elite politik pendukung Orba kembali ke ruang publik sehingga merasa perlu untuk menyatakan sikap. TEMPO/Muhammad Hidayat

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Rumah Gerakan 98 melakukan Deklarasi Lawan Orde Baru di Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Mereka menolak untuk memilih calon dari era Orde Baru pada saat Pemilihan Umum. ANTARA/Muhammad Adimaja

Peserta menghadiri deklarasi Lawan Orde Baru di Gedung Joang 45, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Mereka juga meminta pemerintah untuk menghukum pelaku dari penculikan para aktivis pada peristiwa tahun 1997-1998.TEMPO/Muhammad Hidayat