Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi terlihat dari KRI Torani 680 di Perairan Selat Sunda, 1 Januari 2019. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berada di level III (Siaga). TEMPO/M Taufan Rengganis

Prajurit TNI KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi di Perairan Selat Sunda, 1 Januari 2019. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga menyatakan ketinggian Gunung Anak Krakatau telah berkurang hampir 60 persen, dari 338 mdpl menjadi 110 mdpl. TEMPO/M Taufan Rengganis

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 680 di Perairan Selat Sunda, 1 Januari 2019. Hingga kini, gunung yang masih berstatus siaga itu masih terus mengeluarkan erupsi. TEMPO/M Taufan Rengganis

Prajurit TNI KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi di Perairan Selat Sunda, 1 Januari 2019. Berkurangnya ketinggian Gunung Anak Krakatau itu diperkirakan terjadi karena proses rayapan tubuh gunung disertai laju erupsi yang tinggi. TEMPO/M Taufan Rengganis

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi terlihat dari KRI Torani 680 di Perairan Selat Sunda, 1 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis