Makam Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. Makam ini kembali dibuka setelah direstorasi dengan memakan waktu hingga 10 tahun. REUTERS

Mumi Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun setelah direstorasi selama 10 tahun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. Para konservator bekerja selama 10 tahun untuk memperbaiki makam yang telah berusia 3.000 tahun tersebut. REUTERS

Mumi Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun setelah direstorasi selama 10 tahun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. Makam Raja Tutankhamun ini pertama kali ditemukan pada tahun 1922 oleh ahli Mesir asal Inggris, Howard Carter. REUTERS

Sarkofagus Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun setelah direstorasi selama 10 tahun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. Tutankhamun sendiri lahir pada masa Kerajaan Baru Mesir, sekitar 1342 SM. Ia sering disebut raja anak karena diangkat menjadi raja pada usia 9 tahun. REUTERS

Pengunjung melihat lukisan yang menghiasi makam Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun setelah direstorasi selama 10 tahun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. Para konservator pun memperbaiki lukisan dinding yang menghiasi makam tersebut dari goresan dan lecet. REUTERS

Lukisan yang menghiasi makam Firaun dari Dinasti ke-18 Mesir, Raja Tutankhamun setelah direstorasi selama 10 tahun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019. REUTERS