Yaneidi Guzman (38 tahun), menunjukkan kulkasnya yang kosong di rumahnya di Caracas, Venezuela, 19 Februari 2019. Ibu dari tiga anak ini telah kehilangan sepertiga dari beratnya selama tiga tahun terakhir karena keruntuhan ekonomi Venezuela membuat makanan menjadi tidak terjangkau. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Yaneidi Guzman (kiri) pergi berbelanja bahan makanan di Caracas, Venezuela, 19 Februari 2019. Poster bertuliskan paket kecil satu kilo beras, satu kilo pasta, satu kilo garam, satu kilo tepung dan setengah kilo mentega seharga 19.500 Bolivar (Rp 27.000). Sementara pendapatan Guzman dan suaminya kurang dari 30 dolar AS (Rp 420.000) per bulan. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Yaneidi Guzman menyiapkan ikan sarden di dapur rumahnya di Caracas, Venezuela, 17 Februari 2019. Ia merupakan salah satu dari banyak rakyat Venezuela yang menderita kekurangan gizi setelah ekonomi Venezuela memburuk dalam lima tahun terakhir di bawah Presiden Nicolas Maduro. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Suami Yaneidi Guzman, Jorge Perez melihat telepon di rumah ibunya di Caracas, Venezuela, 31 Maret 2018. Menu makanan warga Venezuela menjadi semakin kekurangan vitamin dan protein, karena kontrol mata uang membatasi impor makanan dan gaji masyarakat tetap saat inflasi terus meningkat. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Yaneidi Guzman berpose untuk foto di sebelah putrinya, Esneidy Ramirez (kanan), Steffany Perez dan Fabiana Perez, di rumah mereka di Caracas, Venezuela, 22 April 2016. Hampir dua pertiga warga Venezuela yang disurvei dalam sebuah studi universitas menyebut warga telah kehilangan rata-rata 11 kilogram berat badan di 2017. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Maria Guitia berfoto bersama bayinya yang berumur satu tahun, Yeibe Medina, di rumahnya dekat San Francisco de Yare, Venezuela, 18 Februari 2019. Guitia mengatakan putranya telah kehilangan berat badan selama lima bulan terakhir karena sebagian besar makanannya berupa pisang raja dan lentil saja. REUTERS / Carlos Garcia Rawlins