Hanaa Ahmad Ali Bahr, seorang gadis cilik yang menderita malnutrisi digendong ayahnya di sebuah kota kumuh di Hodeidah, Yaman, Senin, 25 Maret 2019. Perang brutal di negara Yaman memasuki tahun kelimanya pekan ini tanpa terlihat tanda-tanda akan berakhir. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Seorang gadis mengisi jerigen dengan air minum di Salam Street di utara Hodeidah, Yaman, Senin, 25 Maret 2019. Perang ini telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan menewaskan puluhan ribu orang. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Hanaa Ahmad Ali Bahr, gadis cilik yang mengalami kekurangan gizi menggenggam sepotong roti di sebuah kota kumuh di Hodeidah, Yaman, Senin, 25 Maret 2019. Lebih dari sepertiga penduduk Yaman, atau hampir 10 juta orang, tidak dapat menemukan cukup makanan. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Hanaa Ahmad Ali Bahr, gadis cilik penderita malnutrisi duduk di pangkuan ayahnya di sebuah kota kumuh di Hodeidah, Yaman, Senin, 25 Maret 2019. Diperkirakan 85.000 anak di bawah 5 tahun dikabarkan meninggal karena kelaparan ekstrem sejak 2015. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Seham Ahmed Ali Ghaleb, 16, memasak nasi di utara Hodeidah, Yaman, Senin, 25 Maret 2019. Sekitar 2 juta anak-anak Yaman kekurangan gizi, dengan 360.000 di antaranya menderita "kekurangan gizi akut." REUTERS/Abduljabbar Zeyad