Warga membawa jerigen berisi BBM usai membeli di SPBU Kompak, Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua, Kamis 29 November 2019. Warga Kampung Obano telah lama merasakan ketidakadilan energi, ketika warga daerah lain dapat merasakan BBM jenis Premium seharga Rp6.450, mereka harus menebusnya hingga Rp50.000 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Petugas memindahkan BBM dari mobil tangki ke dalam drum untuk dibawa ke Kampung Obano menggunakan perahu di Dermaga Paniai, Papua, Kamis 29 November 2018. Keresahan warga pedalaman ini yang menggugah pemerintahan Jokowi-JK untuk menciptakan program BBM satu harga. Sehingga seluruh warga Indonesia dapat merasakan keadilan yang sama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sejumlah truk pengangkut BBM dari TBBM Nabire melintasi kawasan hutan menuju sejumlah daerah pedalaman diantaranya dogiyai, paniai hingga yang terjauh Kampung Obano di Papua, Rabu 28 November 2018. Menyamakan harga BBM di seluruh pelosok negeri bukan perkara mudah. Kondisi alam dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan besar bagi Pertamina. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Perahu yang mengangkut drum berisi BBM melintasi Danau Paniai menuju Kampung Obano di Distrik Paniai Barat, Papua, Kamis 29 November 2018. Untuk mengantarkan BBM dari Terminal BBM Nabire menuju Kampung Obano bisa memakan waktu 10 jam perjalanan darat ditambah satu jam menyeberangi danau. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Petugas melayani warga yang membeli BBM di SPBU Kompak, Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua, Kamis 29 November 2018. Namun, kesulitan yang dilewati oleh awak Pertamina itupun terbayar lunas dengan manfaat yang diterima oleh warga. Warga Kampung Obano, yang belum teraliri listrik, selama ini hanya mengandalkan lilin untuk penerangan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Warga menemani anaknya belajar dengan penerangan lampu dari genset di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua, Kamis 29 November 2019. Keberadaan SPBU itu juga membuat anak-anak di Obano dapat belajar hingga larut malam. Setelah ada SPBU, orang tua berupaya beli genset, dan dinyalakan sampai jam 9 malam. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay