Foto mendiang Brigadir Satu atau Briptu Hedar yang ditemukan tewas setelah disandera oleh kelompok bersenjata di Papua. Ia merupakan seorang polisi reserse kriminal umum Kepolisian Daerah Papua. Istimewa

Briptu Hedar bertugas di Kepolisian Daerah Papua selama empat tahun sejak Januari 2015. Sebelumnya, ia mengikuti pendidikan Diktuk Brigadir Polri Gasum Tahun 2014 di SPN Jayapura dan lulus dalam waktu tujuh bulan. Istimewa

Divisi Humas Polri mengunggah ucapan duka untuk Briptu Hedar lewat akun Instagramnya. Almarhum tergabung dalam anggota tim kejar operasional satuan tugas kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya Distrik Sinak selama enam bulan. Instagram/@Divisihumaspolri

Sejumlah aparat Brimob Polda Sulsel tengah mempersiapkan penyambutan jenazah Briptu Hedar di rumah kediaman orang tuanya di Desa Siueang Kabupaten Barru, Selasa, 13 Agustus 2019. Hedar disandera ketika sedang melakukan tugas bersama rekannya, Brigadir Polisi Kepala Alfonso Wakum di Kampung Usir, Kabupaten Puncak. ANTARA/HO/Zulkifli

Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Briptu Hedar menjadi korban penculikan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata saat bertugas di Ilaga, Puncak Jaya, Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. ANTARA/Abriawan Abhe

Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe