Seorang anggota kelompok perempuan menggunakan penutup mata sambil menyanyikan lagu "Seorang pemerkosa di jalan", yang menjadi terkenal di Chili, selama protes di luar Konsulat Chili di Sao Paulo, Brasil, 1 Desember 2019. REUTERS/Rahel Patrasso

Sejumlah aktivis feminis yang memakai nama-nama korban femicide menyanyikan lagu "pemerkosa di jalan", sebuah lagu yang menjadi terkenal atas terjadinya aksi unjuk rasa di Chili, selama protes di Bogota, Kolombia 30 November 2019. REUTERS/Luisa Gonzalez

Aktivis perempuan menggunakan penutup mata saat menyanyikan lagu "Seorang pemerkosa di jalan", yang menjadi terkenal di Chili, selama protes di luar Konsulat Chili di Sao Paulo, Brasil, 1 Desember 2019. REUTERS/Rahel Patrasso

Sejumlah aktivis feminis yang memakai nama-nama korban, menyanyikan lagu "pemerkosa di jalan", sebuah lagu yang menjadi terkenal minggu ini di Chili, selama protes di Bogota, Kolombia 30 November 2019. REUTERS/Luisa Gonzalez

Anggota aktivis perempuan menggunakan penutup mata saat menyanyikan lagu "Seorang pemerkosa di jalan", yang menjadi terkenal di Chili, selama protes di luar Konsulat Chili di Sao Paulo, Brasil, 1 Desember 2019. REUTERS/Rahel Patrasso

Sejumlah aktivis feminis memegang plakat dengan nama-nama korban femicide menyanyikan lagu "pemerkosa di jalan", sebuah lagu yang menjadi terkenal minggu ini di Chili, selama protes di Bogota, Kolombia 30 November 2019. REUTERS/Luisa Gonzalez