Petugas memantau pengolahan limbah di IPAL Terpadu Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL ini mengolah limbah dari 22 pabrik tekstil di DAS Citarum. TEMPO/Prima Mulia

Petugas memantau bak pemisah limbah cair dan sludge di pengolahan limbah di IPAL Terpadu Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL Cisirung merupakan instalasi limbah terpadu pertama di Indonesia dengan kemampuan pengolahan 70-90 liter per detik. TEMPO/Prima Mulia

Petugas dan tentara Satgas Citarum Harum Sektor 7 memantau pengolahan limbah di IPAL Terpadu Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL Cisirung dimiliki oleh pemerintah kabupaten sebagai solusi pengolahan limbah bagi pabrik yang tak memiliki instalasi pengolah limbah. TEMPO/Prima Mulia

Hasil akhir air yang akan dibuang ke sungai dari pengolahan limbah di IPAL Terpadu Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL ini mengolah limbah dari 22 pabrik tekstil di DAS Citarum. IPAL Cisirung merupakan instalasi limbah terpadu pertama di Indonesia dengan kemampuan pengolahan 70-90 liter per detik. IPAL Cisirung dimiliki oleh pemerintah kabupaten sebagai solusi pengolahan limbah bagi pabrik yang tak memiliki instalasi pengolah limbah. TEMPO/Prima Mulia

Foto udara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL Cisirung yang merupakan IPAL terpadu percontohan pertama di Indonesia yang dibangun sejak 1986 tersebut mengolah 70-90 liter per detik dari 22 perusahaan di das Citarum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Petugas memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Januari 2020. IPAL Cisirung yang merupakan IPAL terpadu percontohan pertama di Indonesia yang dibangun sejak 1986 tersebut mengolah 70-90 liter per detik dari 22 perusahaan di das Citarum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi