Warga mengunjungi museum monumen nasional di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, 20 November 2019. Taman makam pahlawan seluas sekitar 25 hektare tersebut kini sebagai saksi bisu kisah heroik gugurnya 1.372 anggota pasukan Ciung Wanara saat mempertahankan kemerdekaan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga menaburkan bunga di depan tugu pahlawan I Gusti Ngurah Rai di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, 19 November 2019. Guna mengenang semangat patriotisme I Gusti Ngurah Rai, warga Desa Kelaci, Kabupaten Tabanan, rutin menggelar ritual adat dalam rangkaian peringatan pertempuran 20 Nopember 1946 yang dikenal dengan perang Puputan Margarana. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Umat Hindu menggelar upacara penyucian kawasan dan arwah para pahlawan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, 19 November 2019. Upacara adat yang dirangkai dengan upacara nasional di Taman Pujaan Bangsa Margarana ini mampu menunjukkan kepada generasi muda agar selalu mengingat dan merawat sejarah. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga mempersiapkan sesajen untuk ritual adat peringatan Hari Puputan Margarana di Desa Kelaci, Kabupaten Tabanan, Bali, 19 November 2019. Kegiatan yang menjadi tradisi setiap tahun sejak 15 tahun lalu itu melibatkan sekitar 170 orang warga desa setempat. Mereka berkumpul, bergotong royong seperti halnya kegiatan upacara adat di Pura saat menggelar perayaan Hari Puputan Margarana. ANGTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga Desa Adat Kelaci mengusung gebogan atau sesajen berisi janur, kue dan buah dalam ritual adat peringatan Hari Puputan Margarana di di Kabupaten Tabanan, Bali, 20 November 2019. Upacara adat tersebut diawali dengan persiapan sesajen, persembahyangan bersama untuk memohon kelancaran kegiatan dan upacara penyucian bagi arwah-arwah pahlawan yang gugur di medan perang melawan penjajah. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Para pemuka agama Hindu memimpin persembahyangan dalam upacara adat Hari Puputan Margarana, di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, 19 November 2019. Dengan menggelar dua upacara, yakni upacara adat dan upacara nasional itu mereka meyakini terciptanya harmonisasi sesuai ajaran agama Hindu. Selain itu rasa persatuan dan kesatuan di antara warga mereka juga dapat terjaga melalui kegiatan adat tersebut. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo