Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa kepada awak kabin Batik Air di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Penghargaan tersebut diberikan kepada awak kabin Batik Air yang melayani penerbangan misi kemanusiaan penjemputan WNI di Wuhan, Cina. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa kepada awak kabin Batik Air di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Sebanyak 18 awak kabin Batik Air ikut mengevakuasi 237 WNI saat mewabahnya virus corona. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Senior flight attendant Batik Air, David Setiawan, salah satu awak kabin yang menjemput WNI di Wuhan, Cina, saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Senin petang, 17 Februari 2020. Tempo/Francisca Christy Rosana

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) dan Kepala BNPB Letjen (TNI) Doni Monardo (kedua kiri) menyalami awak kabin Batik Air usai memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Para awak kabin ini juga mengikuti observasi selama 14 hari di Natuna. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bos Lion Air Group, Rusdi Kirana (kiri), memberikan hadiah uang tunai kepada kru penerbangan Batik Air yang menjemput WNI di Wuhan, Cina, senilai total Rp 300 juta. Hadiah tersebut diberikan di Kementerian Perhubungan pada Senin petang, 17 Februari 2020. Selain uang tunai, perusahaan memberikan cuti tambahan selama 14 hari dan tiket liburan pergi-pulang kepada kru pesawat. Tempo/Francisca Christy Rosana

Awak kabin mengenakan baju alat pelindung diri (APD) saat melakukan persiapan di dalam pesawat tipe A-330 milik Batik Air yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Cina, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu, 1 Februari 2020. ANTARA/Muhammad Iqbal