Sebuah foto tak bertanggal menunjukkan bangkai gajah di Okavango Delta, Botswana yang diabadikan antara Mei hingga Juni 2020. Lebih dari 400 ekor gajah di Botswana mati secara misterius. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS

Menurut Direktur Operasi National Park Rescue Mark Hiley, gajah-gajah itu mulai mati secara misterius dalam jumlah besar pada awal Mei 2020 tetapi pemerintah setempat lambat bereaksi. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS

Gajah-gajah tersebut mati dengan berbagai posisi, ada yang berbaring, wajah yang menghadap ke tanah hingga mati dengan perut yang robek. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS

Hingga kini, Botswana masih melakukan penyelidikan atas kejadian misterius tersebut. Pejabat Satwa Liar mengatakan bahwa bangkai ratusan gajah itu ditemukan utuh dan tak menujukkan bekas perburuan atau keracunan. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS

Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi telah mencabut larangan berburu binatang besar, termasuk gajah selama lima tahun. Musim perburuan pun agak terkendali pada bulan April kemarin seiring dengan adanya pembatasan perjalanan karena pandemi virus Corona. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS

Botswana merupakan rumah bagi sepertiga jumlah gajah di benua Afrika. Kasus kematian gajah dalam jumlah besar ini diperkirakan akan berdampak pada populasi gajah abad ini. PHOTOGRAPHS OBTAINED BY REUTERS/Handout via REUTERS