Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis 16 Juli 2020. Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat sungai Salukula dan Meli meluap tersebut mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang tertimbun material lumpur. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis 16 Juli 2020. Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat sungai Salukula dan Meli meluap tersebut mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang tertimbun material lumpur. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Warga korban banjir bandang beraktivitas di lokasi pengungsian di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis 16 Juli 2020. Ratusan pengungsi masih bertahan berada di pengungsian di daerah ketinggian diakibatakan rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Para pengungsi menyatakan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Warga korban banjir bandang menjemur baju di lokasi pengungsian di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis 16 Juli 2020. Ratusan pengungsi masih bertahan berada di pengungsian di daerah ketinggian diakibatakan rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Para pengungsi menyatakan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe