Sirio Persichetti, anak berusa 7 tahun dipeluk oleh ibunnya Valentina Perniciaro setelah pulang dari sekolah di Roma, Italia, 22 Oktober 2020. Sirio Persichetti menderita spastik tetraplegia, suatu bentuk kelumpuhan serebral yang memengaruhi pergerakan tiga anggota tubuh. REUTERS/Yara Nardi

Sirio Persichetti, yang menderita menderita spastik tetraplegia membuat lego ditemani oleh ibunya Valentina Perniciaro saat berada dirumahnya di Roma, Italia, 22 Oktober 2020. Sirio menggemparkan dunia media sosial dengan tingkah lakunya sehari-hari karena dengan keterbatasannya mampu menginspirasi orang lain. REUTERS/Yara Nardi

Sirio Persichetti, yang menderita menderita spastik tetraplegia bersama dengan ibunya Valentina Perniciaro saat berada dirumahnya di Roma, Italia, 22 Oktober 2020. Sirio Persichetti yang telah berusia 7 tahun tidak dapat berjalan, tidak pula dapat makan sendiri. REUTERS/Yara Nardi

Sirio Persichetti, yang menderita menderita spastik tetraplegia bersama dengan ibunya Valentina Perniciaro saat berada dirumahnya di Roma, Italia, 22 Oktober 2020. Valentina membuat akun media sosial agar dirinya dapat mengisahkan mengenai kehidupan sehari-hari Sirio, dengan harapan dapat menginspirasi banyak orang. REUTERS/Yara Nardi

Paolo Persichetti, menggunakan masker saat bersama dengan putranya Sirio Persichetti, yang menderita spastik tetraplegia saat memeriksakan kesehatannya di klinik di Roma, Italia, 21 Oktober 2020. Valentina menyadari kisah dan catatannya berguna, membantu kehidupan banyak orang jauh lebih normal. REUTERS/Yara Nardi

Sirio Persichetti, anak berusia 7 tahun yang menderita spastik tetraplegia saat pulang dari sekolah di Roma, Italia, 22 Oktober 2020. REUTERS/Yara Nardi