Angkatan Udara AS melakukan pengujian drone XQ-58A Valkyrie dengan meluncurkan drone pengintai kecilnya sendiri, yang dapat berfungsi ganda sebagai kamikaze. Uji coba ini guna menggunakan drone, tidak hanya sebagai persenjataan dan penjaga terbang, tetapi juga sebagai peluncur drone. Air Force Research Lab

Uji coba drone XQ-58A Valkyrie dilakukan pada 26 Maret di Yuma Proving Ground di Arizona. Valkyrie merilis ALTIUS-600 sistem pesawat tak berawak (SUAS) kecil dari teluk senjata internal. Air Force

Drone XQ-58A Valkyrie meluncurkan ALTIUS-600 yang memiliki panjang lebih dari 1 metet dengan lebar sayap lebih dari 2 meter dan dapat terbang hingga 276 mil per jam hingga 4 jam serta mengemas muatan 3 hingga 7 pon. Foto : Kartos

ALTIUS-600 yang diluncurkan drone XQ-58A Valkyrie juga dapat berfungsi dalam peran "kinetik", yang berarti akan membawa hulu ledak dengan daya ledak tinggi. Foto : Kartos

Angkatan Udara dapat memilih drone XQ-58A Valkyrie untuk menerbangkan misi pengintaian yang berbahaya ke wilayah udara yang dijaga ketat. Foto : Kartos

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) melakukan penerbangan perdana pesawat tanpa awak atau drone XQ-58A Valkyrie pada 5 Maret 2019. Kartos