Angkatan Udara AS akan memiliki lima pesawat pengebom B-21 Raider yang saat ini sedang diproduksi di pabrik pembuat Northrop Grumman di California. Angkatan Udara berharap untuk menerima pengiriman hampir 150 pembom siluman baru. Thedrive.com

Sebelumnya, Angkatan Udara hanya mengakui dua pesawat uji B-21 dalam proses produksi, dimana program tersebut dapat dipercepat saat akan memulai penerbangan pertama yang direncanakan pada tahun 2022. Northrop Grumman

Angkatan Udara AS ingin memperoleh setidaknya 145 pesawat siluman bomber B-21 Raiders dari Northrop Grumman, yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 90 milliar dollar AS. Pada 2019, 2019, USAF mengatakan masing-masing B-21 akan menelan biaya 639 juta dollar AS dan untuk 145 pesawat itu akan menelan biaya layanan sekitar 93 miliar dollar AS. Northrop Grumman

Nantinya pesawat siluman B-21 Raider akan mampu membawa rudal jelajah jarak jauh dan bom nuklir jatuh bebas. B-21 Raider akan mengemas rudal jelajah berujung nuklir Long Range Stand Off yang baru, bom termonuklir B61-12, dan senjata termonuklir paling kuat dalam inventaris militer AS: bom B83 1,2 megaton. Northrop Grumman

Angkatan Udara AS berencana untuk secara bertahap mengganti B-1 Lancer dan pembom B-2 Spirit untuk membentuk armada dua pembom B-21 dan B-52 yang dimodifikasi. Pesawat siluman bomber ini dirancang untuk melakukan misi konvensional dan nuklir jarak jauh, B-21 akan menjadi komponen yang terlihat dan fleksibel dari triad nuklir. Northrop Grumman