Aktivitas nelayan seusai menangkap ikan di Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. Aktivitas nelayan tampak normal di tengah berita tercemarnya perairan Teluk Jakarta dengan parasetamol. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Aktivitas nelayan seusai menangkap ikan di Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. Studi internasional Marine Pollution Bulletin yang dipublikasikan Agustus 2021 mencatat adanya kandungan parasetamol yang mendominasi di perairan Teluk Jakarta. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Aktivitas nelayan seusai menangkap ikan di Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. Kandungan parasetamol terdeteksi di kawasan Angke dan Ancol, Jakarta utara. Konsentrasi parasetamol di Angke sebesar 610 ng/L, sedangkan Ancol 420 ng/L. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Aktivitas nelayan seusai menangkap ikan di Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. Manager Advokasi & Kampanye Kawali Fatmata Juliansyah mengatakan bahwa adanya temuan kandungan parasetamol dengan konsentrasi tinggi akan mengganggu ekosistem biota laut dan mata pencaharian nelayan sekitar. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Aktivitas nelayan seusai menangkap ikan di Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. Para nelayan mengaku bahwa tangakapan ikan mereka tidak terdampak dengan berita parasetamol yang mencemari Teluk Jakarta. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Suasana Dermaga T Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat, 8 Oktober 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana