Polisi berhasil menangkap seorang anggota Ormas Pemuda Pancasila yang kedapatan membawa senjata tajam saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Polisi menyita sejumlah senjata tajam antara lain pisau, sangkur, badik, dan dua butir peluru revolver kaliber 38mm. TEMPO/Ridho Fadilla

Sejumlah anggota ormas Pemuda Pancasila yang ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata tajam saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Anggota ormas ini diduga telah menyiapkan senjata tajam dari rumah untuk dibawa dalam aksi demo di depan Gedung DPR. TEMPO/Ridho Fadilla

Polisi berhasil menangkap anggota Ormas Pemuda Pancasila yang kedapatan membawa senjata tajam saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Polisi telah menangkap 21 anggota ormas Pemuda Pancasila buntut kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di depan Gedung DPR. TEMPO/Ridho Fadilla

Anggota Ormas Pemuda Pancasila ditangkap saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Sebanyak 21 anggota ormas Pemuda Pancasila ditangkap buntut kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di depan Gedung DPR, 15 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. TEMPO/Ridho Fadilla

Anggota ormas Pemuda Pancasila melakukan pengeroyokan kepada AKBP Dermawan Karosekali dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Dermawan Karosekali yang merupakan Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya mengalami luka di bagian kepala.TEMPO/Ridho Fadilla

Polisi memeriksa barang bawaan anggota Pemuda Pancasila saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2021. Pemuda Pancasila menggelar aksi untuk menuntut permintaan maaf dari politikus PDIP Junimart Girsang, terkait penyataanya yang menyebut Pemuda Pancasila merupakan ormas yang kerap terlibat bentrok. TEMPO/Ridho Fadilla