Uganda dikabarkan akan kehilangan Bandara Internasional Entebbe setelah meminjam 200 juta dollar AS dari Export-Import Bank of China untuk memperluas bandara Entebbe. Saat ini Uganda sedang berusaha untuk mengubah perjanjian pinjaman yang ditandatangani dengan China pada tahun 2015 agar tidak kehilangan kendali atas satu-satunya bandara internasional. Foto : entebbe-airport.com

Menurut SaharaReporters.com, pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun, tetapi sekarang tampaknya transaksi yang ditandatangani dengan EXIM China berarti Uganda "menyerahkan" satu-satunya bandara internasionalnya. Foto : entebbe-airport.com

Presiden Uganda Yoweri Museveni telah mengirim delegasi ke Beijing untuk negosiasi ulang dengan pemerintah Cina. Uganda pada Maret 2021 mengirim delegasi ke Beijing berharap untuk merundingkan kembali klausul kesepakatan. Foto : Facebook

Bandara Internasional Entebbe adalah satu-satunya bandara internasional Uganda dan menangani lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun. Foto : discoverafrica.com

Sejumlah negara di Afrika, harus kehilangan aset nasional untuk kontrol langsung oleh China setelah gagal membayar kembali pinjaman komersial. Foto : Wikipedia