Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan

Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan

Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan

Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan

Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan

Dwiki H.S, seorang siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor, mengikuti Ujian Nasional hari pertama di ruang perawatan Rumah Sakit Islam, Jakarta, Senin (23/4). Dwiki menjadi salah satu korban geng motor setelah dibacok di daerah Cempaka Putih IV usai mengikuti bimbingan belajar. TEMPO/Tony Hartawan