Tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000 mengaku tidak pernah lagi mengurus akun Twitter tersebut. Menurut Nuh, ada sekitar 18 orang yang mengelola akun yang kini bernama @TM2000Back tersebut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000 mengaku tidak pernah memeras Abdul Satar, pengusaha telekomunikasi. Nuh mengaku dijebak Koes Hardjono, komisaris Asatunews.com. Namun Budi Sanjaya, pengacara Hardjono mengatakan bahwa kliennya selalu bekerja atas perintah Nuh. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000 mengaku memperoleh informasi dari berbagai sumber seperti Badan Intelijen Negara, kepolisian, kejaksaan, bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000 juga mengaku bahwa ia pernah menjadi anggota Badan Intelijen Negara. Terakhir ikut beroperasi di Irian Jaya mendukung tentara menangkap anggota Organisasi Papua Merdeka pada 1993. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000 mengaku membiayai Asatunews.com sumbangan banyak tokoh, namun bukan suap, kilahnya. Mereka memberikannya sebagai imbalan konsultasi politik dan hukum. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Menurut tersangka pemerasan, Raden Nuh, pendiri akun @TrioMacan2000, Asatunews.com awalnya patungan antara Bambang Soesatyo, Desmond J. Mahesa, dan Herman Hery. Masing-masing menyetorkan AS $10 ribu. Herman membantah pernyataan Nuh ini, sedangkan dua lainnya membenarkan. TEMPO/Dian Triyuli Handoko