Anggota kepolisian menyemprotkan cairan merica, kepada seorang demonstran saat terjadi bentrokan dengan buruh di Brasilia, Brazil, 7 April 2015. Unjuk rasa terbesar terjadi di Brasilia, di mana sekitar 3.000 demonstran berkumpul di depan gedung Kongres sebelum anggota parlemen memberikan suara untuk mengesahkan undang-undang alih daya tenaga kerja. AP/Eraldo Peres

Seorang anggota serikat pekerja bersitegang dengan polisi saat protes buruh di Brasilia, Brazil, 7 April 2015. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di 12 kota, di seluruh Brasil untuk memprotes usulan undang-undang yang akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan sistem alih daya tenaga kerja mereka. AP/Eraldo Peres

Anggota kepolisian terjatuh saat terjadi bentrokan dengan buruh di Brasilia, Brazil, 7 April 2015. Unjuk rasa terbesar terjadi di Brasilia, di mana sekitar 3.000 demonstran berkumpul di depan gedung Kongres sebelum anggota parlemen memberikan suara untuk mengesahkan undang-undang alih daya tenaga kerja. AP/Eraldo Peres

Seorang anggota serikat pekerja bersitegang dengan polisi saat protes buruh di Brasilia, Brazil, 7 April 2015. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di 12 kota, di seluruh Brasil untuk memprotes usulan undang-undang yang akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan sistem alih daya tenaga kerja mereka. AP/Eraldo Peres

Seorang anggota serikat pekerja, luka parah di bagian wajahnya saat terjadi bentrokan antara buruh dengan polisi di Brasilia, Brazil, Selasa, 7 April 2015. Unjuk rasa terbesar terjadi di Brasilia, di mana sekitar 3.000 demonstran berkumpul di depan gedung Kongres sebelum anggota parlemen memberikan suara untuk mengesahkan undang-undang alih daya tenaga kerja. AP/Eraldo Peres

Seorang wanita tua menyerang pengendara sepeda motor yang ingin melewati pawai saat protes buruh di Brasilia, Brazil, 7 April 2015. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di 12 kota, di seluruh Brasil untuk memprotes usulan undang-undang yang akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan sistem alih daya tenaga kerja mereka. AP/Eraldo Peres