Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL melakukan manuver tempur saat latihan serangan amunisi tajam di kawasan Bajul Mati, Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Pada latihan tahap tiga para prajurit mempelajari operasi darat meliputi Gerakan Menuju Kontak (GMUK), serangan, pertahanan, menembak, patroli penyelidik, patroli tempur dan pemindahan ke belakang. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL melakukan manuver tempur saat latihan serangan amunisi tajam di kawasan Bajul Mati, Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Pada latihan tahap dua para prajurit mempelajari ilmu medan membaca peta (IMMP), penyeberangan sungai, operasi hutan dan gunung, serangan perkubuan. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL berinfiltrasi ke daerah musuh saat latihan serangan amunisi tajam di Bajul Mati, Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap, yakni meliputi tahap satu dengan materi renang laut, dayung perahu karet, menembak di atas perahu karet, menembak dari laut ke darat dan perbukitan (mounteineering). ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL bersiap menembak dengan senapan serbu (SS-1) dari air di Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, 12 Desember 2015. Prajurit Brigade Infanteri-1 Marinir yang berada di kawasan pantai bergerak maju menuju sasaran tembak di atas bukit. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL bersiap menembak dengan senapan serbu (SS-1) dari air di Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, 12 Desember 2015. Latihan pemantapan batalyon infanteri (Lattap Yonif) tersebut menggunakan amunisi tajam. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL berinfiltrasi ke daerah musuh saat latihan serangan amunisi tajam di Bajul Mati, Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Dalam latihan ini mereka menggunakan peluru kaliber 5,56 mm dari senapan serbu 1 (SS 1). ANTARA/M Risyal Hidayat